BERITA PAGI

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Minggu, 18 Januari 2026

Polres Pasaman Barat Perkuat Disiplin Personel Lewat Apel Pagi Dipimpin AKBP Agung Tribawanto

Pasaman Barat | Suasana halaman Mapolres Pasaman Barat tampak tertib dan penuh semangat saat ratusan personel mengikuti apel pagi rutin yang dipimpin langsung Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. Kegiatan ini menjadi gambaran nyata bagaimana seorang pimpinan menempatkan disiplin, kesiapsiagaan, dan semangat pengabdian sebagai fondasi utama pelaksanaan tugas kepolisian.

Sejak awal menjabat, AKBP Agung Tribawanto dikenal konsisten menjadikan apel pagi bukan sekadar rutinitas formal, melainkan ruang strategis untuk menyatukan visi, mengevaluasi kinerja, sekaligus menanamkan nilai-nilai profesionalisme kepada seluruh jajaran. Di hadapan personel, Kapolres menegaskan bahwa setiap tugas kepolisian bermuara pada satu tujuan besar, yakni pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam arahannya, AKBP Agung Tribawanto menekankan pentingnya disiplin sebagai cerminan kesiapan institusi. Menurutnya, disiplin waktu, sikap, dan tanggung jawab adalah kunci utama membangun kepercayaan publik. Apel pagi, kata dia, menjadi titik awal untuk memastikan seluruh personel siap secara fisik, mental, dan moral sebelum turun menjalankan tugas di lapangan.

Lebih jauh, Kapolres Pasaman Barat juga mengingatkan agar seluruh anggota tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas. AKBP Agung Tribawanto menilai, kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan masyarakat sebagai solusi, bukan sekadar penegakan aturan. Sikap ramah, empati, dan komunikasi yang baik menjadi pesan kuat yang terus ia gaungkan.

Di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto, apel pagi juga dimanfaatkan sebagai sarana konsolidasi internal. Berbagai dinamika kamtibmas, evaluasi kegiatan sebelumnya, hingga antisipasi potensi gangguan keamanan disampaikan secara terbuka agar seluruh personel memiliki pemahaman yang sama dan bergerak dalam satu irama.

Tak hanya itu, Kapolres turut menekankan pentingnya menjaga integritas dan nama baik institusi. Ia mengingatkan bahwa setiap perilaku anggota di tengah masyarakat akan mencerminkan wajah Polri secara keseluruhan. Karena itu, AKBP Agung Tribawanto meminta seluruh jajaran menjauhi pelanggaran sekecil apa pun yang dapat merusak kepercayaan publik.

Kepemimpinan yang tegas namun komunikatif terlihat jelas dalam setiap penyampaian Kapolres. AKBP Agung Tribawanto tak segan memberikan motivasi sekaligus penekanan agar personel terus meningkatkan kapasitas diri, baik melalui latihan, pembelajaran, maupun evaluasi berkelanjutan dalam pelaksanaan tugas.

Apel pagi yang berlangsung tertib tersebut sekaligus menjadi simbol kesiapan Polres Pasaman Barat dalam menjawab tantangan tugas ke depan. Dengan wilayah yang memiliki dinamika sosial dan keamanan yang beragam, AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa soliditas internal adalah modal utama menjaga stabilitas kamtibmas.

Bagi Kapolres Pasaman Barat, keberhasilan institusi tidak hanya diukur dari angka penindakan, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasa aman dan terlindungi. Melalui apel pagi, AKBP Agung Tribawanto terus menanamkan semangat pengabdian agar setiap personel bekerja dengan hati dan penuh tanggung jawab.

Kegiatan rutin ini pun menjadi potret nyata kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat yang berorientasi pada penguatan karakter, disiplin, dan pelayanan. Di bawah komando AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., Polres Pasaman Barat terus bergerak mantap mewujudkan Polri yang Presisi dan dipercaya masyarakat.


Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Dari Isra Mi’raj ke Jalan Raya, Kombes Reza Tekankan Keselamatan dan Keikhlasan

PADANG, SUMBAR | Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat menggelar Analisa dan Evaluasi (Anev) Tahunan 2025 sebagai forum strategis untuk mengukur capaian kinerja, memetakan persoalan lapangan, serta merumuskan langkah perbaikan ke depan. Kegiatan ini dibuka dan dihadiri langsung oleh Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., yang sejak awal menegaskan pentingnya keterlibatan pimpinan dalam proses evaluasi institusi.

Dalam arahannya, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq menyampaikan bahwa Anev bukan sekadar kewajiban administratif tahunan, melainkan ruang refleksi kolektif untuk melihat sejauh mana kehadiran Polantas benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, lalu lintas adalah wajah pelayanan publik Polri yang paling sering bersentuhan langsung dengan warga.
Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq menekankan bahwa meningkatnya mobilitas masyarakat di Sumatera Barat harus diimbangi dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan tugas yang profesional. Setiap pelanggaran dan kecelakaan, kata dia, bukan hanya data statistik, tetapi menyangkut keselamatan manusia dan masa depan keluarga yang terdampak.

Didampingi Wadir Lantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., Dirlantas memimpin jalannya evaluasi secara menyeluruh, mulai dari aspek penegakan hukum, pengaturan dan penjagaan lalu lintas, hingga efektivitas edukasi keselamatan jalan. Keduanya menekankan pentingnya sinergi antar satuan serta keseragaman pola tindak di lapangan.

Forum Anev berlangsung dinamis dengan pemaparan dari masing-masing satuan wilayah. Berbagai tantangan faktual mengemuka, mulai dari kondisi geografis, kepadatan arus kendaraan, hingga perilaku pengguna jalan. Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq mendorong agar setiap kendala tidak berhenti sebagai laporan, tetapi ditindaklanjuti dengan solusi konkret.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq juga menyoroti kualitas sikap dan etika personel. Ia mengingatkan bahwa Polantas adalah representasi negara di ruang publik, sehingga pendekatan humanis, komunikasi yang baik, dan keputusan yang adil harus menjadi budaya kerja sehari-hari.

Anev Tahunan 2025 ini sekaligus menjadi momentum pemberian apresiasi kepada personel berprestasi. Bagi Dirlantas Polda Sumbar, penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi anggota yang bekerja di bawah tekanan, risiko, dan tuntutan pelayanan yang tinggi.

Lebih jauh, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan arah kebijakan ke depan akan difokuskan pada pencegahan kecelakaan melalui penguatan edukasi, pemanfaatan teknologi lalu lintas, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Polantas.

Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan antara evaluasi dan perencanaan. Setiap hasil Anev, menurutnya, harus menjadi pijakan dalam penyusunan program kerja berikutnya agar Ditlantas Polda Sumbar tidak berjalan di tempat, melainkan terus bertransformasi.

Melalui Anev Tahunan 2025 ini, Ditlantas Polda Sumbar di bawah kepemimpinan Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq meneguhkan komitmen untuk menghadirkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeadilan, dengan keselamatan sebagai nilai utama dan kemanusiaan sebagai orientasi pelayanan.


Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Sabtu, 17 Januari 2026

Kombes Pol Reza: Spirit Isra Mi’raj Harus Hadir dalam Pelayanan Lalu Lintas

PADANG, SUMBAR | Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah menjadi momentum reflektif yang sarat makna bagi jajaran Polda Sumatera Barat. Di tengah dinamika tugas kepolisian yang menuntut profesionalisme tinggi, peringatan hari besar keagamaan ini dimaknai sebagai ruang untuk memperkuat dimensi spiritual sekaligus moral dalam pengabdian kepada masyarakat.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., tampil menyampaikan pesan kebatinan yang menekankan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa historis, melainkan pengingat tentang pentingnya keimanan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam setiap peran yang diemban aparat kepolisian.

Menurut Kombes Reza, perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW mengajarkan nilai ketaatan dan disiplin yang sangat relevan dengan tugas-tugas kepolisian, khususnya di bidang lalu lintas yang bersentuhan langsung dengan keselamatan jiwa masyarakat. Nilai tersebut harus tercermin dalam sikap, keputusan, serta pelayanan di lapangan.

Dalam konteks tugas lalu lintas, ia menekankan bahwa setiap kebijakan dan tindakan petugas harus dilandasi niat yang tulus dan rasa tanggung jawab. Keselamatan pengguna jalan, kata dia, tidak hanya soal aturan, tetapi juga soal empati, kesabaran, dan keteladanan.

Kombes Reza juga mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap Polri dibangun dari konsistensi perilaku aparat. Momen Isra Mi’raj menjadi pengingat agar setiap personel menjaga integritas, menjauhi penyimpangan, serta menempatkan nilai moral sebagai fondasi utama dalam bertugas.

Lebih jauh, ia menilai pendekatan humanis dalam penegakan hukum lalu lintas merupakan wujud nyata dari nilai-nilai keislaman yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Tegas namun beradab, disiplin namun tetap mengedepankan rasa kemanusiaan.

Dalam suasana religius tersebut, jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar diajak untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat komitmen, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan.

Kehadiran nilai spiritual diharapkan mampu menjadi penyeimbang di tengah tuntutan tugas yang berat dan kompleks. Kombes Reza menegaskan bahwa polisi yang kuat secara moral akan lebih kokoh dalam menghadapi godaan, tekanan, maupun tantangan di lapangan.

Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dan keteladanan pimpinan dalam membangun budaya kerja yang bersih dan profesional. Momentum keagamaan ini menjadi sarana mempererat solidaritas internal sekaligus memperkuat orientasi pelayanan publik.

Peringatan Isra Mi’raj 1447 Hijriah pun menjadi refleksi bersama bahwa tugas kepolisian bukan semata kewenangan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan keikhlasan, tanggung jawab, dan nilai-nilai luhur kemanusiaan.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

AKBP Agung Tribawanto: Penertiban PETI Bukan Sekadar Penindakan, Tapi Penyelamatan Masa Depan

PASAMAN BARAT | Komitmen Kepolisian Resor Pasaman Barat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menegakkan supremasi hukum kembali dibuktikan. Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., jajaran Satreskrim bergerak cepat menindak aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang meresahkan masyarakat di Jorong Lubuak Sariak, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau.

Operasi penertiban yang digelar pada Kamis (8/1/2026) dini hari itu bukanlah tindakan sporadis. Langkah tersebut berangkat dari laporan masyarakat yang resah atas aktivitas penambangan ilegal yang berlangsung secara terang-terangan dan berpotensi merusak ekosistem serta mengancam keselamatan warga sekitar.

Dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat Iptu Habib Fuad Alhafsi, S.Tr.K., tim bergerak menuju lokasi sekitar pukul 03.15 WIB. Medan yang gelap dan akses yang tidak mudah tak menyurutkan langkah aparat untuk memastikan hukum benar-benar hadir di tengah masyarakat.

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati satu unit alat berat jenis excavator tengah beroperasi aktif mengeruk material tanah. Aktivitas tersebut menjadi bukti kuat bahwa praktik PETI masih berlangsung dan dilakukan secara terorganisir.

Tanpa perlawanan berarti, petugas melakukan penyergapan dan berhasil mengamankan delapan orang pelaku dengan peran berbeda-beda. Dua orang diketahui sebagai operator alat berat, satu helper, satu pengawas lapangan, serta empat lainnya berperan sebagai pekerja lapangan atau anak bok.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa penertiban ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjawab keresahan masyarakat. Menurutnya, praktik PETI tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membawa dampak panjang bagi lingkungan, sungai, dan kehidupan sosial masyarakat.

Dalam operasi tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit excavator PC 210F merek SDLG warna kuning, alat dulang emas, karpet plastik hijau, timbangan digital, serta pasir yang diduga mengandung butiran emas.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Pasaman Barat. Penindakan tegas akan terus dilakukan sebagai upaya pencegahan sekaligus edukasi agar masyarakat tidak terjerumus pada praktik yang merugikan banyak pihak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas penambangan ilegal. Jika masih ditemukan, Polres Pasaman Barat akan menindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Saat ini, seluruh pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pasaman Barat guna proses penyidikan lebih lanjut. Para pelaku dijerat dengan ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Minerba dan peraturan perundang-undangan terkait, dengan ancaman hukuman berat.

Penertiban PETI ini menjadi pesan jelas bahwa di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto, Polres Pasaman Barat berkomitmen menjaga hukum tetap berdiri tegak, sekaligus memastikan alam dan masa depan masyarakat Pasaman Barat terlindungi dari kerusakan akibat keserakahan segelintir pihak.


Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Jumat, 16 Januari 2026

AKBP Agung Tribawanto Tegaskan Kepemimpinan Berbasis Spiritualitas di Peringatan Isra Mi’raj Polres Pasaman Barat

PASAMAN BARAT | Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M di lingkungan Polres Pasaman Barat tidak sekadar menjadi agenda seremonial keagamaan. Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., kegiatan tersebut dimaknai sebagai ruang pembinaan mental dan rohani bagi seluruh personel dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks.

Bertempat di Musala Sabulussalam Mako Polres Pasaman Barat, Jumat pagi (16/1/2026), AKBP Agung Tribawanto memimpin langsung kegiatan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) yang diikuti oleh para pejabat utama, perwira, personel Polri, serta ASN di lingkungan Polres Pasaman Barat. Kehadiran Kapolres secara langsung memberi pesan kuat bahwa nilai spiritual menjadi bagian penting dalam kepemimpinan dan budaya kerja institusi kepolisian.

Dalam sambutannya, AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan hanya mengenang peristiwa besar dalam sejarah Islam, tetapi juga menjadi momentum refleksi diri bagi setiap anggota Polri. Menurutnya, tugas kepolisian yang sarat tantangan membutuhkan fondasi iman dan ketakwaan agar setiap langkah pengabdian tetap berada pada koridor moral dan kemanusiaan.

“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, saya berharap seluruh personel dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, seiring dengan pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar AKBP Agung Tribawanto dengan penuh penekanan.

Kapolres Pasaman Barat itu juga mengingatkan bahwa spiritualitas yang kuat akan melahirkan sikap humanis, empati sosial, dan profesionalisme dalam bertugas. Ia menilai, Polri tidak hanya dituntut cakap secara teknis, tetapi juga matang secara mental dan rohani agar mampu menghadirkan rasa aman dan keadilan di tengah masyarakat.

Menurut AKBP Agung Tribawanto, peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan nilai kedisiplinan, khususnya melalui perintah salat lima waktu yang diterima Nabi Muhammad SAW secara langsung dari Allah SWT. Nilai disiplin tersebut, kata dia, sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan kedinasan sebagai aparat penegak hukum.

“Sebagai anggota Polri, kita harus memiliki kepedulian sosial yang tinggi, bersikap religius, humanis, dan profesional. Semua itu berawal dari hati yang bersih dan iman yang kuat,” tegasnya di hadapan seluruh peserta Binrohtal.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah oleh Ustaz Suharjo Lubis yang mengulas makna mendalam peristiwa Isra dan Mi’raj. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha merupakan mukjizat luar biasa sekaligus penguat spiritual umat Islam.

Ustaz Suharjo Lubis menekankan bahwa makna Isra Mi’raj harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dengan menjaga salat lima waktu, menjauhi perbuatan maksiat, serta meningkatkan kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap amanah yang diemban. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan tugas kepolisian yang menuntut integritas tinggi.

Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan dalam Binrohtal tersebut mendapat perhatian serius dari AKBP Agung Tribawanto. Ia menilai, pembinaan rohani seperti ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara tugas kedinasan dan kehidupan spiritual personel Polres Pasaman Barat.

Di akhir kegiatan, suasana khidmat terasa menyelimuti Musala Sabulussalam. Kebersamaan antara pimpinan dan anggota dalam nuansa religius mencerminkan komitmen Kapolres Pasaman Barat dalam membangun institusi kepolisian yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.

Melalui peringatan Isra Mi’raj 1447 H ini, AKBP Agung Tribawanto berharap seluruh personel Polres Pasaman Barat mampu menjadikan nilai-nilai keimanan sebagai pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas, demi terwujudnya Polri yang dipercaya, dicintai, dan selalu hadir untuk masyarakat.

Catatan Redaksi

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Kamis, 08 Januari 2026

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto Bersama Petani, Jagung Dipanen Serentak Kuartal I 2026

PASAMAN BARAT | Di tengah hamparan ladang jagung yang menguning dan siap panen, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. tampak berdiri bersama petani. Mengenakan caping dan sarung tangan, ia tak sekadar hadir secara simbolik, tetapi ikut memetik jagung dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026, yang digelar Polres Pasaman Barat sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program swasembada pangan nasional.Kegiatan panen raya ini menjadi momentum penting, bukan hanya bagi petani, tetapi juga bagi institusi kepolisian yang menunjukkan peran aktif di sektor strategis ketahanan pangan. Bagi AKBP Agung Tribawanto, ketahanan pangan adalah bagian dari stabilitas nasional yang juga menjadi perhatian Polri.

“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga hadir mendukung kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui penguatan sektor pertanian,” ujar Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto di sela kegiatan panen.Panen jagung serentak ini merupakan hasil dari proses panjang pendampingan, pengawasan, dan sinergi antara Polres Pasaman Barat dengan kelompok tani. Sejak awal masa tanam, jajaran kepolisian aktif mendorong pemanfaatan lahan produktif serta memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan pertanian.

Bagi petani, kehadiran langsung Kapolres Pasaman Barat di ladang memberi semangat tersendiri. Mereka merasa diperhatikan dan didukung, tidak hanya secara moral, tetapi juga dalam bentuk kebijakan dan pengawalan program pertanian yang berkelanjutan.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa panen raya ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, keberhasilan panen merupakan indikator bahwa kolaborasi antara aparat dan masyarakat dapat menghasilkan dampak nyata bagi ekonomi lokal.

“Jika petani sejahtera, daerah kuat. Dan jika daerah kuat, maka ketahanan nasional akan terjaga,” tegas AKBP Agung Tribawanto dengan nada optimistis.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Polres Pasaman Barat dalam mendukung agenda pemerintah pusat terkait swasembada pangan. Jagung dipilih sebagai komoditas strategis karena perannya yang vital, baik sebagai bahan pangan maupun pakan ternak.

Tak hanya memimpin panen, Kapolres Pasaman Barat juga berdialog langsung dengan petani, mendengarkan kendala di lapangan, mulai dari pupuk hingga akses pasar. Pendekatan ini memperlihatkan gaya kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto yang terbuka dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Panen raya jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi wilayah lain untuk terus mengoptimalkan potensi pertanian lokal. Polres Pasaman Barat pun berkomitmen melanjutkan pendampingan agar hasil pertanian semakin meningkat dan berkelanjutan.

Di bawah terik matahari, saat tongkol-tongkol jagung dikumpulkan, satu pesan kuat tergambar jelas: Polisi dan petani berjalan bersama. Dan di garis depan upaya itu, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., hadir bukan hanya sebagai pemimpin institusi, tetapi sebagai bagian dari solusi bagi ketahanan pangan bangsa.

TIM RMO

Rabu, 07 Januari 2026

AKBP Agung Tribawanto Tegaskan Sinergi Keamanan di Paripurna Istimewa HUT Pasaman Barat

PASAMAN BARAT | Suasana khidmat menyelimuti ruang sidang DPRD Kabupaten Pasaman Barat saat Rapat Paripurna Istimewa digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-22 Kabupaten Pasaman Barat. Di tengah jajaran Forkopimda, tampak Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. hadir dengan sikap tegap dan penuh wibawa, menandai komitmen Polri dalam mengawal perjalanan daerah.

Kehadiran Kapolres bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan menjadi simbol kuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan lembaga legislatif. Momentum ulang tahun daerah dimaknai sebagai refleksi bersama atas capaian dan tantangan yang dihadapi Pasaman Barat.

Dengan balutan seragam dinas dan atribut kehormatan, AKBP Agung Tribawanto menunjukkan representasi Polri yang presisi, humanis, dan responsif. Sosoknya mencerminkan institusi yang tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam ruang-ruang kebangsaan dan demokrasi.

Rapat Paripurna Istimewa tersebut dihadiri unsur pimpinan dan anggota DPRD, kepala daerah, jajaran TNI, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta berbagai elemen strategis lainnya. Kehadiran lengkap ini menjadi penanda soliditas lintas sektor di Pasaman Barat.

Dalam konteks peringatan HUT ke-22, Kapolres Pasaman Barat menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi utama pembangunan. Menurutnya, kemajuan daerah hanya dapat dicapai apabila situasi kamtibmas tetap kondusif dan terkendali.

AKBP Agung Tribawanto memandang DPRD sebagai mitra strategis dalam menjaga keseimbangan antara aspirasi masyarakat dan stabilitas sosial. Forum paripurna menjadi ruang penting untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi yang berlandaskan hukum dan ketertiban.

Sebagai pimpinan Polres Pasaman Barat, ia menekankan bahwa Polri siap mendukung seluruh program pemerintah daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengamanan, pencegahan konflik, serta pelayanan kepolisian yang profesional.

Momen ulang tahun daerah juga dipandang sebagai ajang memperkuat persatuan. Kapolres mengajak seluruh elemen untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan pemicu perpecahan, demi Pasaman Barat yang aman dan maju.

Dalam dinamika pembangunan yang terus bergerak, tantangan keamanan semakin kompleks. Oleh karena itu, AKBP Agung Tribawanto menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kehadiran Kapolres di forum resmi DPRD mencerminkan wajah Polri yang terbuka dan adaptif. Institusi kepolisian tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian integral dari sistem pemerintahan daerah.

Paripurna Istimewa ini juga menjadi pengingat bahwa usia 22 tahun merupakan fase kedewasaan bagi Pasaman Barat. Dibutuhkan kepemimpinan yang kuat, kebijakan yang tepat, dan keamanan yang terjaga untuk melangkah lebih jauh.

AKBP Agung Tribawanto menilai, keberhasilan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari rasa aman yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pendekatan Polri Presisi, Kapolres Pasaman Barat berkomitmen menghadirkan pelayanan yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Prinsip ini menjadi landasan dalam setiap langkah pengabdian kepolisian.

Rapat Paripurna Istimewa berlangsung tertib dan penuh makna. Setiap rangkaian acara mencerminkan semangat kebersamaan dan tekad untuk terus membangun Pasaman Barat yang lebih baik.

Di akhir kegiatan, kehadiran AKBP Agung Tribawanto mendapat apresiasi sebagai wujud nyata dukungan Polri terhadap institusi demokrasi daerah. Sinergi yang terbangun menjadi modal sosial yang berharga.

HUT ke-22 Kabupaten Pasaman Barat bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum memperkuat komitmen bersama. Dengan pengamanan dan dukungan Polri di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto, Pasaman Barat diharapkan terus melangkah mantap menuju masa depan yang aman, damai, dan sejahtera.

TIM RMO


Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi